Pemkab Sidrap Perkuat Data Kesejahteraan, 390 Peserta Ikuti Sosialisasi DTSEN

Redaksi
7 Apr 2026 07:23
DAERAH 0 3
3 menit membaca

SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menghadirkan tim ahli dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Saromase Kompleks SKPD, Selasa (7/4/2026) itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah.

Sebanyak 390 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Sekolah Rakyat, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, hingga operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dari tingkat desa dan kelurahan.

Para peserta mendapatkan pembekalan teknis terkait instrumen terbaru dalam pendataan kesejahteraan sosial yang menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Nurkanaah menegaskan bahwa kehadiran tim Pusdatin Kemensos RI yang terdiri dari Nawir Daming, Anggiat Marbun, dan Ungki Riyadi sangat penting untuk memastikan aparatur daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya akurasi data. Ia menekankan bahwa data yang kuat dan akurat menjadi kunci keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan.

“Tema kita hari ini Data Tangguh, Kemiskinan Lumpuh bukan sekadar slogan. Data tangguh berarti data yang akurat, mutakhir, dan objektif. Dengan pendampingan dari Pusdatin, kita ingin intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujar Nurkanaah.

Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan dalam pendataan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kebijakan sosial.

Ketidakteraturan data, menurutnya, bisa membuka celah ketidakadilan karena masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak tercatat dalam sistem.

“Jika data kita tidak akurat, maka kebijakan yang diambil juga akan keliru. Ini yang harus kita hentikan melalui sistem DTSEN yang terintegrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nurkanaah juga meminta seluruh pemangku kepentingan dan petugas lapangan menjaga integritas selama proses pendataan berlangsung.

Ia menekankan agar tidak ada lagi praktik “data titipan” yang dapat merusak kualitas data kesejahteraan sosial.

“Kualitas data dimulai dari kejujuran di tingkat desa dan kelurahan. Pastikan proses verifikasi dan validasi berjalan dengan baik melalui musyawarah desa maupun kelurahan, bukan sekadar formalitas,” pesannya.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada para operator SIKS-NG yang disebut sebagai ujung tombak pengolahan data antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, peran operator sangat menentukan akurasi data yang menjadi dasar berbagai program bantuan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sidrap, Wahidah Alwi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyatukan persepsi seluruh pihak terkait penerapan DTSEN.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi forum koordinasi untuk meningkatkan kualitas data serta memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan tepat sasaran

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan teknis para operator dalam mengoperasikan instrumen DTSEN serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x