Kader NasDem Se-Sulsel Gelar Aksi di Makassar, Tuntut Klarifikasi Majalah Tempo

Redaksi
16 Apr 2026 15:39
NASIONAL 0 3
2 menit membaca

MAKASSAR — Kader Partai NasDem seSulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (16/4/2026) sore.

Aksi tersebut diikuti oleh kader dari 24 kabupaten/kota di Sulsel yang turun langsung ke jalan.

Mereka menyuarakan keberatan terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 12 April 2026 berjudul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”, yang memuat isu terkait dugaan akuisisi Partai NasDem oleh Partai Gerindra.

Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, menyampaikan bahwa aksi ini tidak hanya berlangsung di Makassar, tetapi juga dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam tuntutannya, para kader meminta Majalah Tempo menyampaikan permohonan maaf sekaligus melakukan klarifikasi atas pemberitaan tersebut.

“Ini kami anggap sebagai penghinaan dan bentuk pemberitaan yang menyerang Ketua Umum Partai NasDem, Bapak Surya Paloh. Karena itu, kami meminta adanya permohonan maaf dan klarifikasi,” ujar Syaharuddin di sela-sela aksi.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap partai politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, menurutnya, pemberitaan yang menyebut adanya akuisisi Partai NasDem dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.

“Mengkritik boleh, memberikan masukan boleh. Tapi kalau sudah masuk pada wilayah yang men-judge bahwa NasDem akan diakuisisi atau dijual, itu tidak benar. NasDem bukan perusahaan, melainkan wadah yang melahirkan kader-kader pemimpin di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Selain itu, Syaharuddin juga menyoroti tampilan visual pada sampul Majalah Tempo yang menampilkan foto Surya Paloh. Ia menilai ilustrasi tersebut kurang etis dan memicu ketersinggungan di kalangan kader.

Menurutnya, narasi dan visual dalam pemberitaan tersebut telah memantik kemarahan kader NasDem di berbagai daerah. Ia pun meminta Dewan Pers untuk memberikan perhatian serta teguran terhadap media yang dinilai melanggar etika jurnalistik.

“Aksi ini adalah bentuk reaksi kader di seluruh Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan. Kami akan menunggu klarifikasi resmi, dan berharap Dewan Pers dapat memberikan teguran. Menyampaikan kritik boleh, tapi menyerang secara personal tentu tidak dibenarkan,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x