Bupati Syaharuddin Alrif Canangkan Gerakan Tanam Padi Organik di Panreng

Redaksi
4 Jun 2026 13:31
DAERAH 0 2
3 menit membaca

SIDRAP – Bupati Kabupaten Syaharuddin Alrif mencanangkan Gerakan Tanam Padi Organik bersama Kelompok Tani Karya Bersama di Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam memperkuat sektor pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif turun langsung ke area persawahan untuk melakukan penanaman bibit padi bersama para petani. Ia didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap, Ibrahim, serta Camat Baranti, Mastura.

Turut hadir Kapolsek Baranti AKP Zakariah, Danramil Baranti Kapten Infanteri Abdul Muis, perwakilan PSDA, para lurah se-Kecamatan Baranti, jajaran KUA, kepala sekolah, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Bupati Syaharuddin Alrif mengungkapkan Kelurahan Panreng memiliki total lahan persawahan seluas 172 hektare. Namun, sebagian lahan tersebut masih bergantung pada sistem tadah hujan sehingga memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah.

“Hari ini kita lakukan penanaman di Kelurahan Panreng. Total sawah kita ada 172 hektare. Sebagian masih tadah hujan, maka saya berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program, di antaranya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dan penyelesaian program Listrik Masuk Sawah yang saat ini memasuki tahap pembangunan jaringan.

Selain itu, Syaharuddin mendorong petani untuk beralih dari pola pertanian tradisional menuju sistem pertanian modern guna meningkatkan hasil produksi. Pemerintah menargetkan produktivitas padi dapat mencapai 10 ton per hektare.

Bupati juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani yang ditopang oleh kenaikan harga gabah. Menurutnya, harga gabah saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani.

“Pendapatan petani yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp70 juta per hektare per tahun kini meningkat menjadi sekitar Rp150 juta per hektare per tahun,” ungkapnya.

Untuk mendukung kebutuhan air pertanian, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga telah memproses pengerukan sungai bagi lima kelompok tani melalui program optimalisasi lahan (oplah) non-rawa.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian yang masih bergantung pada curah hujan.

Syaharuddin turut memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah selama satu tahun empat bulan masa kepemimpinannya. Ia menyebutkan, sebanyak 14 program unggulan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk program BPJS Kesehatan yang telah menjangkau 99 persen warga Sidrap.

Di bidang infrastruktur, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan jalan. Fokus utama pemerintah daerah pada tahun 2026 adalah penyelesaian jalan poros dan jalan utama sebelum melanjutkan pembangunan jalan di seluruh wilayah Kecamatan Baranti.

“Pekerjaan berat saya mulai dari jalan poros. Insya Allah 2026 ini saya fokus di jalan utama. Setelah jalan utama selesai, seluruh jalan di Kecamatan Baranti akan saya maksimalkan pengerjaannya,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Baranti, Mastura, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok tani yang terus berperan aktif dalam mendukung program pertanian di daerah.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para kelompok tani atas kerja kerasnya. Upaya ini sangat mendukung program swasembada pangan dan menjaga kesuburan tanah untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Gerakan tanam padi organik di Kelurahan Panreng diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    x