Hadiri HLM TPID–TP2DD, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Ekonomi dan Strategi Tekan Inflasi

Redaksi
13 Feb 2026 14:13
DAERAH 0 12
2 menit membaca

SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Selatan periode Januari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman selaku Ketua Harian TPID dan TP2DD Sulsel, para bupati dan wali kota, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD se-Sulawesi Selatan.

Syaharuddin hadir didampingi Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Rohady Ramadhan, Kabag Perekonomian Haris Alimin, serta Plt Kepala BKAD Sunandar Priyoatmojo bersama jajaran TPID dan TP2DD Kabupaten Sidrap.

High Level Meeting tersebut digelar guna memperkuat sinergi kebijakan dan langkah strategis dalam pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi keuangan daerah bersama seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.

Fatmawati Rusdi berharap HLM ini menghasilkan kebijakan konkret dan berkelanjutan yang dapat dimonitor secara berkala sehingga upaya pengendalian inflasi semakin efektif.

Sementara itu, Syaharuddin Alrif memaparkan capaian produksi dan peningkatan ekonomi Kabupaten Sidrap dalam satu tahun terakhir.

Ia menyebut peningkatan kesejahteraan masyarakat ditopang oleh kenaikan produksi di sektor pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, pengendalian inflasi di Sidrap dilakukan melalui koordinasi antar daerah guna memenuhi kebutuhan komoditas yang kurang tersedia di wilayah tersebut.

“Untuk menekan inflasi, kami akan terus berkoordinasi dengan kabupaten lain guna memenuhi kebutuhan komoditas yang kurang di Sidrap,” jelasnya.

Terkait TP2DD, Syaharuddin menyampaikan daya beli masyarakat Sidrap relatif tinggi seiring meningkatnya pendapatan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas Indeks Harga Konsumen meskipun inflasi berada di angka 5,46 persen.

“Dengan pendapatan masyarakat yang baik, daya beli tetap terjaga sehingga gejolak inflasi masih bisa kami atasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk terus meningkatkan kinerja TPID dan TP2DD serta mempertahankan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia Timur dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x