Tak Hanya Pantau, Dandim 1420 Sidrap Turun Langsung Jinakkan Api di Mattirotasi

Redaksi
22 Agu 2026 22:11
DAERAH 0 2
2 menit membaca

SIDRAP — Komandan Kodim (Dandim) 1420 Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar turun langsung membantu memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu malam (22/8/2026).

Dandim bersama Kapolsek Watang Pulu dan personel Kodim 1420 Sidrap telah berada di lokasi sejak waktu magrib. Mereka bersama warga berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Di tengah kondisi medan yang sulit, Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar terlihat berbaur dengan masyarakat dan ikut melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Sejumlah warga bahkan memanfaatkan alat pertanian hadrayer untuk membantu mengatasi kobaran api.

Dalam proses tersebut, Dandim bersama Kapolsek Watang Pulu, Babinsa Desa Mattirotasi, tim pemadam kebakaran, Kepala Desa Mattirotasi Bahar Idris, serta masyarakat setempat terus melakukan penyisiran dan pemadaman di sejumlah titik.

Berdasarkan informasi dari warga, kebakaran diduga bermula dari titik api di wilayah Desa Lainungan sejak sehari sebelumnya. Kobaran api kemudian merambat ke wilayah Desa Mattirotasi akibat hembusan angin yang cukup kencang.

Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala karena titik api berada di wilayah perbukitan dengan jarak sekitar satu kilometer dari jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran kesulitan menjangkau lokasi secara langsung.

β€œSaat ini kami bersama Kapolsek Watang Pulu, Babinsa Desa Mattirotasi, tim Damkar dan warga setempat terus berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya,” ujar Andi Zulhakim Asdar.

Ia menyebutkan, kebakaran telah berlangsung sejak Jumat (21/8/2026). Hingga Sabtu malam, petugas bersama masyarakat masih terus melakukan pemadaman dan penyisiran di sejumlah titik.

Selain melakukan pemadaman, pihaknya juga menempatkan kendaraan pemadam kebakaran di sekitar jalan poros Pare sebagai langkah antisipasi apabila api meluas dan membahayakan pengguna jalan maupun permukiman warga.

Dandim mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut membantu petugas menangani kebakaran. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, Damkar, pemerintah desa dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi kondisi tersebut.

Hingga Sabtu malam, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Petugas juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar akibat hembusan angin dan kondisi medan yang cukup sulit.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x