Warga Keluhkan Minim Armada Sampah, Andi Suhada Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Redaksi
11 Feb 2026 06:26
DAERAH 0 14
2 menit membaca

MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile mengawali reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Lapangan Bumi Pesona Pelangi, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan reses tersebut merupakan agenda wajib DPRD Kota Makassar untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Dalam pertemuan itu, warga Minasa Upa menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait masalah sampah dan drainase.

Lurah Minasa Upa, Rahim, mengungkapkan bahwa persoalan sampah menjadi keluhan utama warga. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 22 ribu jiwa, volume sampah yang dihasilkan cukup besar, sementara armada pengangkut sampah sangat terbatas.

“Ada 17 unit Fukuda di sini, tapi yang bisa digunakan hanya lima. Jadi susah mengakomodir semua sampah warga,” ungkap Rahim.

Selain sampah, persoalan drainase juga menjadi perhatian. Menurut Rahim, wilayah Minasa Upa rawan mengalami genangan saat musim hujan akibat saluran air yang sempit dan banyak sedimentasi. Ia berharap ada pembenahan infrastruktur untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kami sudah paham dengan kegiatan ini, kita akan curhat. Tapi belum tentu terpenuhi cepat, ada proses yang harus dilewati. Semoga kami menjadi prioritas,” harapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Suhada menyampaikan bahwa setiap kelurahan memiliki karakteristik persoalan masing-masing. Namun, masalah sampah menjadi persoalan hampir di seluruh wilayah Kota Makassar, terlebih di musim hujan.

“Ini masalah sampah memang tidak ada habis-habisnya. Tapi kami di DPRD Makassar selalu mendorong agar persoalan ini berangsur selesai,” ujarnya.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat itu menilai perlu adanya perbaikan dan penambahan armada pengangkut sampah agar kebutuhan di Minasa Upa dapat terakomodasi dengan baik.
Sebagai wakil rakyat, Andi Suhada menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan warga kepada Pemerintah Kota Makassar.

“Saya sebagai penyambung lidah ke Pemkot tentu apa yang disampaikan akan kami teruskan. Kita lihat nanti apa yang menjadi skala prioritas untuk dilaksanakan cepat,” katanya.

Terkait drainase, ia juga menilai pembenahan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya potensi genangan air saat musim hujan.

“Masalah dominan seperti sampah dan drainase itu akan kita tindaklanjuti segera. Kalau lebih cepat disampaikan, ada kemungkinan bisa diwujudkan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Sementara untuk persoalan layanan kesehatan dan pengaduan lainnya, Andi Suhada mengajak warga memanfaatkan aplikasi Lontara+ yang telah diluncurkan Pemerintah Kota Makassar.

“Ada aplikasi Lontara+ yang bisa kita gunakan di handphone, karena di sana kita bisa mengadu dengan cepat dan tepat sasaran,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x