Festival Tani Ternak Sidrap Jadi Ajang Transaksi, Alsintan Laku Rp1,2 Miliar di Hari Pertama

Redaksi
10 Feb 2026 16:50
DAERAH 0 16
2 menit membaca

SIDRAP — Pembukaan Festival Tani Ternak di Pelataran Panker, Kabupaten Sidrap, Selasa malam (10/2/2026), langsung mencatatkan hasil menggembirakan.

Tak berselang lama setelah acara dibuka, transaksi alat dan mesin pertanian (alsintan) mencapai nilai fantastis, yakni Rp1,2 miliar.

Festival yang diikuti berbagai stakeholder pertanian dan peternakan ini menghadirkan produsen pupuk, pakan ternak, pengusaha telur, ayam pilet, distributor alsintan, hingga komunitas pecinta hewan, pembudidaya ikan, serta perbankan.

Beragam produk unggulan dipamerkan dan ditawarkan langsung kepada petani dan peternak.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengungkapkan, transaksi pembelian alsintan tersebut menjadi bukti bahwa Festival Tani Ternak bukan sekadar ajang pameran, tetapi benar-benar menjadi ruang pertemuan bisnis yang produktif.

“Alhamdulillah, setelah pembukaan saja sudah terjadi transaksi alsintan hingga Rp1,2 miliar. Ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan nyata petani serta peternak kita,” ungkapnya.

Suasana keceriaan dan semangat para peserta pun mewarnai jalannya festival. Kegiatan ini menjadi wadah transaksi, promosi, sekaligus kebanggaan bagi para pengusaha, peternak, dan pembudidaya lokal di Kabupaten Sidrap.

Ketua DPRD Sidrap, H. Takyuddin Masse, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Tani Ternak yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Menurutnya, kegiatan ini mampu mempertemukan pelaku usaha pertanian dan peternakan dengan masyarakat petani dan peternak secara langsung.

Ia menilai, di tengah keterbatasan fiskal daerah, kegiatan semacam ini justru penting untuk menumbuhkan optimisme masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor pangan daerah.

“Kekuatan utama Sidrap memang bukan pada industri besar, tetapi pada potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” ujarnya.

Takyuddin menegaskan, Festival Tani Ternak menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh semangat dan kolaborasi semua pihak.

“Festival ini bukan karena kita punya banyak uang, tapi karena kita punya semangat besar. Ini memotivasi para petani dan peternak agar terus bergerak dan produktif,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x