Diduga Gegara Permainan Tembakan Jeli Berujung Tikaman Sajam, Remaja 17 Tahun Jadi Korban di Sidrap

Redaksi
13 Mar 2026 06:04
KRIMINAL 0 2
2 menit membaca

SIDRAP — Insiden penganiayaan terhadap seorang remaja terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Rabu malam, 11 Maret 2026.

Peristiwa yang diduga dipicu permainan tembakan jeli tersebut berujung pada aksi penikaman menggunakan senjata tajam terhadap seorang remaja berusia 17 tahun.

Kejadian bermula di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Maritenggae, saat sejumlah remaja terlihat berkumpul dan bawa tembakan jeli.

Situasi kemudian berubah tegang hingga terjadi aksi saling kejar di antara para remaja.

Peristiwa itu bahkan sempat terekam kamera warga yang melintas di lokasi. Dalam rekaman tersebut terlihat beberapa remaja berlarian sambil membawa senjata mainan jenis tembakan jeli.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, Welfrick K. Ambarita, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Ia menyebut korban merupakan seorang anak berusia sekitar 17 tahun.

“Peristiwa yang dialami korban bukan terjadi di rumah jabatan. Korban juga mengaku tidak mengenali identitas pelaku,” ujarnya, Kamis malam, 12 Maret 2026.

Dari keterangan korban, saat kejadian ia sedang berkumpul di rumah temannya. Tiba-tiba datang seorang pelaku menggunakan sepeda motor dan mencari salah seorang rekan korban.

Namun orang yang dicari tidak berada di lokasi. Pelaku kemudian diduga langsung mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban secara tiba-tiba.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk dan sabetan benda tajam di bagian punggung. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan serta memburu pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif pasti di balik peristiwa tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat memicu konflik dan kekerasan. (ibe)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x