Panen Raya di Aka-Akae, 611 Hektare Sawah Berhasil Lolos dari Kemarau

Redaksi
14 Sep 2026 10:24
DAERAH 0 3
2 menit membaca

SIDRAP — Panen raya berlangsung di Desa Aka-Akae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Momentum tersebut menjadi tanda keberhasilan sebagian petani melewati tantangan musim kemarau dan keterbatasan air untuk pertanian.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan petani mempertahankan produksi padi di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang.

Dalam sambutannya, Syaharuddin mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah, penyuluh pertanian, hingga dukungan terhadap ketersediaan air dan pupuk.

“Alhamdulillah, kita lolos dari kemarau. Tepuk tangan dulu untuk pertanian dan semua yang sudah membantu,” ujar Syaharuddin.

Ia juga memberikan apresiasi kepada yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pupuk petani.

Menurutnya, ketersediaan air saja belum cukup untuk menjaga produktivitas pertanian. Pupuk juga menjadi salah satu faktor penting agar tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan secara optimal.

“Biar ada air, biar ada infrastruktur, tapi kalau tidak ada pupuk, tidak bisa juga produksi naik,” katanya.

Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pihak yang turut menjaga dan mengatur distribusi air ke area persawahan.

Ia menyebut sejumlah wilayah berhasil melewati musim kemarau, di antaranya Aka-Akae, Talumae, Mojong, Talawi, dan Empagae. Meski demikian, masih terdapat lahan persawahan yang mengalami kegagalan akibat keterbatasan air.

Khusus di Desa Aka-Akae, berdasarkan laporan yang diterima Bupati, terdapat sekitar 1.027 hektare lahan persawahan. Dari 25 kelompok tani, sekitar 611 hektare di antaranya berhasil dipanen, sementara sekitar 416 hektare lainnya mengalami kegagalan.

Syaharuddin meminta petani yang lahannya belum berhasil panen untuk tetap bersabar dan tidak menyerah.

“Tidak boleh kita mengatakan kita gagal. Kita harus terus berusaha,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya memperkuat sektor pertanian, terutama dalam menghadapi ancaman kemarau dan perubahan kondisi iklim.

Secara keseluruhan, Syaharuddin menyebut dari sekitar 7.300 hektare lahan yang menjadi perhatian, terdapat sekitar 1.200 hektare yang mengalami kegagalan. Namun, sebagian besar lahan lainnya masih mampu menghasilkan panen.

“Alhamdulillah, sebagian besar kita lolos. Ini berkat usaha kita bersama,” katanya.

Panen raya di Aka-Akae pun menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan berbagai pihak dalam menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Sidrap.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x