Tolikara Matangkan Persiapan Sidang BPL-BPP GIDI 2026, Willem Wandik Ajak Semua Elemen Bersatu

Redaksi
27 Jun 2026 14:26
DAERAH 0 2
4 menit membaca

TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli terus memperkuat sinergi menjelang pelaksanaan Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) dan Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI yang akan digelar di Kanggime, Wilayah Toli, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada November 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Persiapan Sidang BPL-BPP GIDI yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Tolikara, Jumat (26/6/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Sidang BPL-BPP GIDI.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh unsur pemerintah, gereja, panitia, dan masyarakat dalam memastikan agenda gerejawi terbesar di Wilayah Toli dapat terlaksana secara aman, tertib, dan sukses.

Rangkaian rapat diawali dengan doa yang dipimpin Ketua Klasis Toma, Pdt. Wuringga Weya, kemudian ditutup oleh Sekretaris Daerah Tolikara, Dr. Yosua Noak Douw. Sementara notulen rapat dipercayakan kepada Asisten II Setda Tolikara, Dr. Imanuel Gurik.

Rapat dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Tolikara, DPRK Tolikara, Kementerian Agama, para kepala distrik, ketua-ketua klasis, panitia pelaksana, serta seluruh koordinator seksi kepanitiaan. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menyambut pelaksanaan sidang yang akan diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai wilayah.

Berbagai aspek strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari keamanan, ketertiban masyarakat, konsumsi, logistik, operasional persidangan, kesiapan infrastruktur, hingga laporan perkembangan dari masing-masing klasis, distrik, dan seksi kepanitiaan.

Sebagai bentuk dukungan spiritual, seluruh jemaat dan panitia sepakat melaksanakan doa dan puasa bersama setiap tanggal 1 hingga 3 setiap bulan sampai pelaksanaan sidang berlangsung. Langkah tersebut diharapkan menjadi kekuatan rohani agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh berkat.

Di bidang keamanan, seluruh komponen masyarakat mulai dari tingkat wilayah, distrik, kampung, jemaat hingga panitia diminta mengambil peran aktif menjaga situasi tetap kondusif selama masa persiapan maupun saat pelaksanaan sidang nanti.

Panitia juga mempercepat penyelesaian administrasi dengan menjadwalkan penandatanganan dokumen kepanitiaan pada awal pekan depan sekaligus menyusun proposal dukungan pendanaan yang akan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, para kader GIDI, serta berbagai pihak lainnya.

Untuk menjamin kebutuhan konsumsi peserta, seluruh klasis, kader, jemaat, dan masyarakat didorong mempersiapkan sekitar 600 ekor ternak babi serta memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber ketahanan pangan selama kegiatan berlangsung.

Sementara pada sektor infrastruktur, panitia memutuskan percepatan pembersihan ruas jalan Kuari–Kanggime, peningkatan akses menuju lokasi kegiatan dan bandara, pembesaran pintu aula utama, pembangunan honai oleh setiap klasis, serta penyediaan fasilitas MCK yang layak dan terpisah bagi laki-laki maupun perempuan.

Sebagai bagian dari pelayanan selama sidang, seluruh sopir diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan, sedangkan para pelayan altar akan menggunakan jas saat memimpin ibadah. Panitia juga memprioritaskan pelayanan ibadah dilakukan oleh pelayan gereja dari jemaat-jemaat di Wilayah Toli.

Panitia menetapkan seluruh personel mulai berkonsentrasi di lokasi kegiatan sejak 1 Oktober 2026 hingga seluruh rangkaian sidang selesai. Evaluasi perkembangan setiap seksi akan kembali dilakukan dalam rapat koordinasi berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026.

Nuansa budaya Papua juga akan mewarnai pelaksanaan sidang melalui tradisi Bakar Batu yang dijadwalkan digelar pada hari pertama sebagai pembukaan sekaligus pada hari terakhir sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam arahannya, Ketua Panitia Willem Wandik menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sidang BPL-BPP GIDI bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Tolikara.

Ia mengajak seluruh unsur pemerintah, DPRK, gereja, distrik, klasis, jemaat, serta masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan fisik maupun administrasi, serta memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lokasi pelaksanaan sidang.

“Sidang BPL-BPP GIDI ini bukan sekadar agenda organisasi gereja, tetapi momentum untuk menunjukkan semangat persaudaraan, pelayanan, serta gotong royong masyarakat Tolikara kepada seluruh tamu yang akan datang dari berbagai wilayah,” tegas Willem Wandik.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan seluruh komponen masyarakat, Kabupaten Tolikara optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta Sidang BPL-BPP GIDI Tahun 2026 di Kanggime, Wilayah Toli.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    x