
SIDRAP – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,71 persen pada tahun 2025. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Angka ini sekaligus menjadi yang tertinggi bagi Sidrap dalam delapan tahun terakhir. Setelah sempat terkontraksi pada 2020 akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi daerah ini terus menunjukkan pemulihan dan akhirnya melonjak signifikan di 2025.
Secara nasional, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Sidrap menempati peringkat ke-16 dalam hal pertumbuhan ekonomi tahun 2025. Untuk kawasan Indonesia Timur yang meliputi Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Sidrap berada di posisi ke-10 dari 176 kabupaten/kota. Sementara di regional Pulau Sulawesi, Sidrap menempati urutan ke-5 dari 81 kabupaten/kota.
Adapun lima besar pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi tahun 2025 masing-masing adalah Morowali Utara 19,97 persen, Morowali 10,81 persen, Konawe 10,48 persen, Pasangkayu 10,32 persen, dan Sidrap 7,71 persen.
Dari sisi struktur ekonomi, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Sidrap dengan kontribusi 30,21 persen. Disusul sektor Konstruksi dan Industri Pengolahan. Bahkan, sektor Industri Pengolahan dan Pertanian mencatatkan pertumbuhan dua digit, menjadi penopang utama lonjakan ekonomi tahun ini.
Bupati Sidrap, Dr. (H.C) H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Sidrap tahun 2025 mencapai 7,71 persen dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan. Ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa kerja keras petani, pelaku UMKM, sektor industri, dan seluruh masyarakat mulai menunjukkan hasil nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian peringkat ke-16 secara nasional dan masuk lima besar di Sulawesi menjadi motivasi untuk terus memperkuat sektor unggulan daerah.
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan ke depan masih besar. Pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, hilirisasi industri pengolahan, serta membuka ruang investasi agar pertumbuhan ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Sidrap dinilai berhasil menjaga momentum pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat laju pertumbuhan hingga melampaui rata-rata sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia. (*)


Tidak ada komentar