
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar untuk meningkatkan intensitas inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pelaku usaha. Langkah ini dinilai penting guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih berpotensi mengalami kebocoran.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) Triwulan I yang berlangsung di ruang Komisi B DPRD Kota Makassar.
Umiyati menegaskan, masih ditemukan pelaku usaha yang belum taat pajak atau tidak melaporkan omzet secara akurat, sehingga berdampak langsung pada penerimaan daerah.
Menurutnya, lemahnya pengawasan dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menghindari kewajiban pajak. Padahal, sektor usaha seperti restoran, hotel, dan tempat hiburan merupakan penyumbang besar bagi PAD Kota Makassar.
Ia pun mendorong Bapenda agar tidak hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk memastikan keakuratan data wajib pajak. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam sistem pengawasan juga dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan meminimalisir potensi manipulasi data.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sistem yang lebih transparan, Umiyati berharap target PAD Kota Makassar dapat tercapai secara optimal, sekaligus mendukung peningkatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


Tidak ada komentar